Tersesat di GIMP

Beberapa waktu yang lalu saya merasa tersesat saat mencoba menjalankan aplikasi GIMP. Aplikasi grafis ini sempat menemani hari-hari awal saya sebagai tukang gambar. Sayangnya, aplikasi grafis ini sedikit tersingkir oleh aplikasi grafis lain seiring dengan berjalannya waktu.

Posisi beliau tergeser karena sering kali terengah-engah di tengah perjalanan, marah-marah tanpa sebab, dan akhirnya menendang saya kembali ke desktop. Beliau sempat beberapa kali saya usir dari komputer saya, sampai akhirnya saya izinkan untuk menetap sebagai aplikasi zombie—baik hati kan saya?!—yang saya buka sesekali waktu saja.

Versi 2.10 memang cukup mencengangkan bagi saya. Tingkat stabilitas sudah dapat diandalkan, selain itu frekuensi melambat di tengah perjalanan juga sudah mulai berkurang, dan berbagai fitur baru juga diterapkan pada versi ini—Integrasi brush MyPaint sangat menggugah selera corat-coret saya. Selain itu, versi 2.10 masih mendukung sistem operasi yang saya gunakan (OSX Yosemite)—tidak seperti Inkscape yang mulai sombong, huh!

Walau banyak peningkatan ada beberapa hal kecil yang menjadikan saya merasa tersesat ketika kembali menggunakan GIMP untuk pertama kalinya. Bukan salah GIMP tentunya, ini lebih merujuk pada keterbatasan SDM pengguna, alias saya. Berikut ini adalah sekumpulan hal kecil yang "menyesatkan" saya ketika menjalankan GIMP:

1. Mengaktifkan pen pressure di GIMP

Hal pertama yang saya sadari adalah pen pressure saya tidak berfungsi. Baiklah, saya akan melakukan cara berikut supaya ukuran brush saya dapat "mentul-mentul" seperti sedia kala. Buka preferensi Input Devices, lalu ubah opsi Mode pada menu Quartz Cursor menjadi Screen.

Memilih menu Input Devices
Pilih opsi Input Devices

 

Mengubah Mode pada Quartz Cursor
Ubah Mode pada Quartz Cursor menjadi Screen

Setelah mengubah Mode pada menu Quartz Cursor, langkah selanjutnya adalah mengaktifkan pilihan Brush Dynamics. Klik opsi Brush Dynamics dan pilih opsi Pressure Size, dan ukuran brush akan siap "mentul-mentul" seperti sedia kala.

Memilih Brush Dynamics
Klik dan pilih Brush Dynamics yang dikehendaki

 

Bila setelah melakukan cara di atas namun brush masih juga tidak dapat "mentul-mentul", coba mengganti Mode pada menu Quartz Pen menjadi Screen.

 

Mengubah Mode pada Quartz Pen
Ubah Mode pada Quartz Pen menjadi Screen

2. Menutup path di GIMP

Saya menggunakan path untuk gambar yang memerlukan garis atau bentuk yang halus dan rapi. Setelah berhasil membuat bentuk yang saya inginkan, tibalah saatnya untuk menutup path. Awalnya saya mencoba mengeklik titik awal path, ternyata cara itu berfungsi untuk memilih titik awal, bukan menutup path. Untuk menutup path, klik titik awal path sambil menahan tombol Cmd.

Cara menutup path di GIMP
Tahan tombol Cmd dan klik titik awal untuk menutup path

 

3. Menonaktifkan seleksi di GIMP

Setelah selesai melakukan seleksi sebagian atau seluruh gambar, secara refleks saya menekan tombol Cmd + D dengan maksud menghilangkan seleksi yang sudah saya lakukan. Alangkah terkejutnya saya ketika tiba-tiba GIMP membuka dokumen baru dengan gambar yang sama dan bagian seleksi yang masih aktif. Karena tidak yakin dengan gerakan jari saya sebelumnya, saya mencoba mengulangi lagi kombinasi Cmd + D, dan hasilnya dokumen baru kembali terbuka.

Setelah beberapa saat, barulah saya ingat kalau pintasan tombol untuk menghilangkan seleksi adalah Cmd + Shift + A, sedangkan Cmd + D adalah pintasan untuk menduplikat dokumen.

Setelah berhasil mengatasi hal-hal penyebab ketersesatan tersebut, saya mulai bisa menikmati GIMP dengan senang hati. Bahkan pengalaman kali ini jauh lebih baik daripada pengalaman saya dengan versi GIMP terdahulu. Mungkin saya akan menggunakan GIMP sebagai tool pengedit foto bila dibutuhkan. Salam Kungkong!

Hasil bermain-main dengan GIMP
Hasil bermain-main dengan GIMP

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan berkungkong secara bebas, sopan, dan, bertanggung jawab, serta jangan lupa untuk membuang sampah pada tempatnya. Selamat berkungkong :)