Solusi Cermat Menggambar dengan Tinta

Bagi yang gemar menggambar secara manual, terkadang proses kreatif terhenti karena keterbatasan dana. Tidak dapat dipungkiri bahwa harga peralatan menggambar kian hari kian meregang kesehatan dompet. Apalagi kalau harus berurusan dengan peralatan yang didatangkan dari negeri seberang, semakin kembang kempislah si dompet.

Saya biasa menggunakan drawing pen/fineliner untuk menggambar, tetapi ada kalanya saya harus mengencangkan ikat pinggang. Semangat mencari alat menggambar alternatif yang lebih murah dengan kualitas tinta yang setara dengan drawing pen langganan pun membara dalam diri saya.

Sekitar akhir tahun lalu saya mulai mencoba menggambar dengan bolpoin gel. Hasilnya cukup memuaskan, warna hitam yang dihasilkan cukup pekat, dan mata pena dapat melaju dengan mulus walau di permukaan kertas yang cukup kasar.

Setelah mencoba beberapa merek dalam rentang harga maksimal Rp5.000-an, pilihan saya jatuh pada bolpoin gel buatan KENKO. Ada dua varian yang saya gunakan: varian pertama adalah Easy Gel dengan mata pena berukuran 0,5 mm dan varian kedua adalah Hi-Tech-H dengan mata pena berukuran 0,28 mm.

Penampakan bolpoin gel KENKO Easy Gel dan Hi-Tech-H
Penampakan gel pen KENKO. Easy Gel (kiri) dan Hi-Tech-H (kanan).

Kelebihan bolpoin gel KENKO

  • Tinta cukup tahan air setelah kering;
  • Warna lebih pekat;
  • Tinta lebih cepat kering dibandingkan bolpoin gel lain yang telah saya coba;
  • Badan bolpoin cukup nyaman untuk digunakan dalam sesi menggambar yang cukup lama, terutama untuk Hi-Tech-H.

Perbedaan KENKO Easy Gel dan Hi-Tech-H

Selain ukuran mata pena, ada beberapa hal lain yang membedakan dua varian bolpoin gel ini, di antaranya adalah:

  1. Harga Easy Gel lebih murah daripada Hi-Tech-H, walau tidak terpaut jauh;

  2. Easy Gel dapat diisi ulang dengan membeli tinta isi ulang (refill) yang pastinya lebih murah daripada membeli bolpoin baru, sedangkan Hi-Tech-H tidak dapat diisi ulang;

  3. Pengalaman menggambar lebih lancar menggunakan Hi-Tech-H. Aliran tinta Easy Gel kadang tersendat, terutama ketika menarik garis yang cukup panjang. Hi-Tech-H lebih bisa diandalkan untuk goresan panjang, walau mata pena berukuran lebih kecil.

Gambar siput hasil penggunaan bolpoin gel KENKO
Siput olahan KENKO Hi-Tech-H 0,28 mm.
 

Tips menggambar dengan bolpoin gel

Dari pengalaman menggunakan bolpoin gel, ada beberapa hal yang saya rasa perlu diingat ketika ber-gel ria:

Jari kamu, harimau kamu

Menggambar dengan bolpoin gel mirip dengan menggambar dengan pena celup, apalagi bila menggambar di atas permukaan kertas yang halus dan licin, seperti kertas bristol atau tipe kertas lain yang tidak terlalu menyerap tinta.

Sebisa mungkin untuk mengingat di mana posisi terakhir tinta ditorehkan untuk menghindari momen "Aduh, dik!" karena tinta gel cenderung menggenang, dan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengering bila dibandingkan dengan drawing pen.

Semakin rajin bersih-bersih, semakin lancar

Sama halnya dengan pena celup, bersihkan mata pena secara berkala ketika menggambar dengan kertas yang cukup berserat seperti kertas cat air.

Pada kertas yang berserat, mata pena cenderung mengikis kertas—jadi ingat kumbang pendorong kotoran ya?!. Gumpalan serat yang menumpuk pada mata pena menjadikan garis semakin lama semakin tebal atau terkadang semakin tipis.

Karet penghapus mengundang bencana

Hati-hati ketika menggunakan penghapus untuk membersihkan garis pensil, karena tinta bolpoin gel cenderung mudah terkikis oleh penghapus. Ada beberapa cara untuk menghindari hal ini:

a. Membuat gambar tinta pada kertas baru

Cara paling aman adalah dengan menjiplak sketsa pensil dengan tinta pada sehelai kertas baru, sehingga tidak perlu berurusan dengan karet pembawa bencana tersebut.

Repotnya, kita harus menggunakan meja sinar/tracing box kecuali penerangan cukup memadai atau punya cara lain yang tidak melibatkan si meja—menggambar pada kaca jendela kala sang surya sedang bekerja mungkin?.

b. Menghapus dengan hati-hati

Ini adalah cara yang sering saya gunakan. Menghapus garis pensil secara hati-hati dengan cara menekan pelan lalu memutar penghapus pada bagian yang akan dihapus tanpa menyentuh bagian yang sudah ditinta.

Untuk bagian yang sulit terjangkau, kita dapat meminjam kekuatan karet siluman pengubah wujud, kneaded eraser.

c. Mulai tipis-tipis lalu menggila

Cara ini adalah cara yang paling memakan waktu. Dimulai dengan meninta garis-garis utama, dan detail penting dari keseluruhan gambar. Setelah itu, kita dapat meliar dengan penghapus untuk membinasakan garis pensil dari gambar.

Setelah tiada lagi penampakan garis pensil, barulah kita menggambar dengan tinta dan mengulangi garis-garis yang terkikis oleh sang karet pembinasa.

Cukup efektif bagi yang sudah terbiasa menggambar detail secara langsung dengan tinta, bagi yang terbiasa menggunakan sketsa pensil sebagai panduan, akan berbeda ceritanya.

Gambar berukuran A3 yang dibuat menggunakan bolpoin gel KENKO.
Gambar berukuran A3 ini membutuhkan kira-kira satu bolpoin gel.

. . .

Sejauh ini belum ada keluhan dari segi kualitas tinta. Tidak ada perubahan mencolok dari gambar-gambar saya setelah sekian bulan, dan saya juga mulai sering menggunakannya secara bersamaan dengan drawing pen.

Saya cukup puas dengan rasio harga dan performa yang ditawarkan bolpoin gel, dan sangat merekomendasikannya bagi para pencari solusi cermat menggambar dengan tinta. Salam kungkong!

Terima kasih sudah membaca tulisan ini.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan berkungkong secara bebas, sopan, dan, bertanggung jawab, serta jangan lupa untuk membuang sampah pada tempatnya. Selamat berkungkong :)